Contoh Proposal Skripsi Kualitatif

  1. STRATEGI MENANAMKAN JIWA ANTI KORUPSI DI SMA MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014

 

  1. Latar Belakang Masalah

Korupsi bukan lagi merupakan masalah baru dalam persoalan hukum  dan ekonomi bagi suatu negara karena korupsi telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, baik di negara maju maupun di negara berkembang termasuk Indonesia. Bahkan perkembangan masalah korupsi di Indonesia saat ini sudah demikian parahnya dan menjadi masalah yang sangat luar biasa karena sudah meningkat dan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. Tindak pidana korupsi dapat dikategorikan sebagai permasalahan nasional yang harus dihadapi secara sungguh-sungguh melalui keseimbangan langkah-langkah yang tegas dan jelas dengan melibatkan seluruh potensi yang ada di dalam masyarakat khususnya pemerintah dan aparat penegak hukum.

 Masalah korupsi terkait dengan kompleksitas masalah, antara lain masalah moral/sikap mental, masalah pola hidup kebutuhan serta kebudayaan dan lingkungan sosial, masalah kebutuhan/tuntutan ekonomi dan kesejahteraan sosial-ekonomi, masalah struktur/sistem ekonomi, masalah sistem/budaya politik, masalah mekanisme pembangunan dan lemahnya birokrasi/prosedur administrasi (termasuk sistem pengawasan) di bidang keuangan dan pelayanan publik.

Diberlakukannya Undang-undang No. 31 Tahun 1999 jo. Undang-undang No. 20 Tahun 2001 dimaksudkan untuk menanggulangi dan memberantas korupsi. Politik kriminal merupakan strategi penanggulangan korupsi yang melekat pada Undang-undang tersebut.mengapa polttik kriminal tidak berfungsi, hal ini terkait dengan sistem penegakan hukum yang tidak kondusif, sistem penegakan hukum yang tidak kondusif bagi iklim demokrasi ini diperparah dengan adanya lembaga pengampunan bagi konglomerat yang korup.

Budaya hukum elit penguasa tidak menghargai kedau lautan hukum, tetapi lebih mementingkan status sosial si koruptor dengan melihat kekuasaan politik atau kekuatan ekonominya. Praktisi penegakan hukum seperti ini bertentngan dengan kaidah hukum. Membiarkan para koruptor menjarah kekayaan atau Asset negara berarti menjadi bagian dari penghianat negara. Budaya antikorupsi harus dimobilisasi melalui gerakan hukum dan gerakan sosial politik serta melibatkan peran dunia pendidikan ala, menanamkan budaya antikorupsi.

Dampak yang ditimbulkan korupsi ini dapat meneyentuh berbagai bidang kehidupan. Korupsi merupakan hal yang serius karena tindak pidana ini dapat membahayakan stabilitas dan keamanan masyarakat, merusak nilai-nilai demokrasi dan moralitas serta membahayakan pembangunan sosial ekonomi karena keuangan negara secara otomatis akan mengalami kerugian.

Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dan berdampak buruk luar biasa pada hampir seluruh sendi kehidupan. Korupsi telah menghancurkan sistem perekonomian, sistem demokrasi, sistem politik, sistem hukum, sistem pemerintahan, dan tatanan sosial kemasyarakatan di negeri ini. Dilain pihak upaya pemberantasan korupsi yang telah dilakukan selama ini belum menunjukkan hasil yang optimal. Korupsidalam berbagai tingkatan tetap saja banyak terjadi seolah-olah telah menjadi bagian dari kehidupan kita yang bahkan sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Jika kondisi ini tetap kita biarkan berlangsung maka cepat atau lambat korupsi akan menghancurkan negeri ini.

Komitmen untuk memberantas korupsi, bisa dilihat dari adanya peraturan yang menaungi kegiatan tersebut dalam bentuk perundang-undangan. Hal ini karena setiap tindakan formal memerlukan payung hukum yang jelas agar mempunyai kekuatan hukum tetap.Indonesia sudah memiliki cukup banyak Undang-Undang (UU) mapun aturan di bawahnya berkaitan dengan antikorupsi. Mulai dari UU pemberantasan tindak pidana korupsi, UU antikorupsi, UU antisuap hingga UU perlindungan saksi dan korban. Aturan di bawahnya pun cukup lengkap dengan adanya peraturan pemerintah, inpres, keppres, hingga surat edaran.Namun tindakan pencegahan dan pemberantasan korupsi masih jauh dari harapan. Pengungkapan berbagai kasus korupsi yang diusung media massa, hanya memberikan sedikit efek jera bagi masyarakat lainnya. Hal tersebut bukan berarti KPK gagal dalam melaksanakan tugasnya, namun sosialisasi mengenai peraturan perundangan yang ada masih terbilang minim. Akibatnya masih banyak yang tidak mengetahui aturan-aturan tersebut. Di saat yang sama, para pelaku korupsi pun bisa bersembunyi dengan leluasa. Selain itu, beragamnya pemahaman masyarakat mengenai arti atau makna kata ‘korupsi’ telah menyebabkan banyak kasus korupsi tidak terungkap.Ada juga kalangan yang mengerti aturan antikorupsi tetapi merasa tak berdaya jika harus ‘melawan’ seorang diri sekalipun ada payung hukum yang akan melindunginya. Ketiadaan partner dalam pemberantasan korupsi telah menimbulkan keengganan untuk terlibat lebih aktif. Kendala lainnya adalah, masyarakat tidak tahu cara memulai pencegahan dan pemberantasan korupsi tersebut.

Korupsi harus dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang oleh karena itu memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya. Upaya pemberantasan  korupsi – yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu (1) penindakan, dan (2) pencegahan tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa  melibatkan peran serta sarana pendidikan yaitu sekolah. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika sekolah sebagai sarana penanaman nilai dijadikansebagai salah satu bagian penting dari penanaman jiwa anti korupsidan diharapkan peserta didik menjadi generasi penerus bangsa yang bersih dari korupsi.  Keterlibatan pihak sekolah dalam upaya penanaman jiwa anti korupsi tentu dapat meningkatkan mutu dari sumber daya manusia di Indonesia.  Peran aktif sekolah diharapkan lebih difokuskan pada upaya pencegahan korupsi dengan ikut membangunbudaya anti korupsi dikalangan peserta didik. Sekolah diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan anti korupsi di kalangan peserta didik. Untuk dapatberperan aktif siswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya. Yang tidak kalah penting, untuk dapat berperan aktif sekolah harus dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai anti korupsi dalam kegiatan sekolah.

Dasar hukum mengenai pendidikan antikorupsi terdapat didalam Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi Diktum kesebelas butir 7 yang isinya : Menteri Pendidikan Nasional menyelenggarakan pendidikan yang berisikan substansi penanaman semangat dan perilaku antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan baik formal dan nonformal. Diharapakan pendidikan anti korupsi ini dapat memberikan pembekalan kepada siswayang dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain melalui Kegiatan pembelajaran, sosialisasi, penetapan peraturan sekolah. Penanaman jiwa Anti Korupsi bagi siswa bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Tujuan jangka panjangnya adalah menumbuhkan budaya anti korupsi di kalangan siswa dan mendorong siswaagar dapat mencegah prilaku korupsi.

Penanaman jiwa Anti-korupsi lebih menekankan pada pembangunan karakter anti-korupsi (anti-corruption character building) pada diri individu siswa.Dengan demikian tujuan dari penanaman jiwa anti-korupsi adalah membentuk kepribadian anti-korupsi pada diri pribadi siswa serta membangun semangat dan kompetensinya sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki jiwa anti-korupsi.

  1. Identifikasi Masalah
  2. Belum adanya kebijakan sekolah untuk menanamkan jiwa anti korupsi pada siswa.
  3. Belum optimalnya strategi sekolah dalam menenamkan jiwa anti-korupsi pada siswa.
  4. Belum adanya ketegasan dari pihak sekolah terhadap siswa yang melakukan tindakan yang tergolong korupsi.
  5. Batasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada pembahasan tentang Strategi Sekolah dalam Menanamkan Jiwa Anti Korupsi di SMA MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/1014.

  1. Rumusan Masalah

Dari uraian diatas, maka masalah yang dapat dirumuskan adalah bagaimana Strategi Sekolah dalam Menanamkan Jiwa Anti Korupsi di SMA MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/1014.

  1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan judul dan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini mempunya tujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Sekolah dalam Menanamkan Jiwa Anti Korupsi di SMA MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/1014.

  1. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Secara Teoritis

Penelitian ini dapat menambah pengetahuan mengenai teori tentang pendidikan dan mengenai betapa pentingnya penanaman jiwa anti korupsi kepada siswa. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan teori dan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan strategi pendidikan anti korupsi yang diterapkan sekolah untuk penanaman jiwa anti korupsi kepada siswa.

  1. Manfaat Praktis
  2. Bagi orang tua

Dapat memberikan pengetahuan bagi para orang tua yang memiliki anak didik serta anak kandung dalam pemahaman tentang pentingnya penanaman jiwa anti korupsi kepada anak agar prilaku korupsi dapat dicegah mulai dari usia dini. Bagi pemerintah setempat

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan atau bahan pertimbangan dalam upaya penanaman jiwa anti korupsi kepada anak-anak yang ada di daerah tersebut. Sebagai gambaran pendidikan tentang anti korupsi ini belum dilaksanakan secara optimal di sekolah-sekolah khususnya Yogyakarta sebagai kota pelajar.

  1. Bagi peneliti

Diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti dan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan belum optimalnya strategi sekolah dalam menamamkan jiwa anti korupsi kepada siswa.

Tentang Andhika Pratama

Saya Mencintai Kebijaksanaan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s